Tuhan sudah mati. Karena sudah mati, maka Ia tak dapat melihat orang korupsi. Iblislah yang hidup, dan enaknya ia pro dengan korupsi. Jadi tak perlu takut korupsi, karena iblis siap jadi backing. Tuhan sudah mati, kata Nietzsche dulu. Memang, Tuhan sudah mati, kata orang-orang BNPB yang terjaring OTT oleh KPK kemarin. Mengapa harus menggubris yang sudah mati? Mengapa harus takut kepada yang sudah mati? Menganggap Ia masih ada cuma sebuah kebodohan, kata mereka. Maka para pejabat BNPB itu dengan mata jalang dan mulut penuh air liur membuka tudung saji di atas meja, mengeruk makanan dengan sekop, karena tidak cukup dengan sendok, tak peduli yang dimakan adalah dana siap pakai untuk menanggulangi bencana. Nafsunya edan-edanan. Sementara hutan-hutan di Kalimantan, Sumatera dan Papua terbakar. Sudah berbulan-bulan panas api merobek langit, mendidihkan lapisan atmosfir, mengeringkan udara, memanggang tubuh-tubuh warga yang hanya bisa pasrah. Dan mereka yang katanya hebat itu, ternyata tak ma...
Banyak yang bilang Tomas adalah rasul peragu. Ini gara-gara ia tak percaya omongan teman-temannya yang bertemu Yesus di malam hari setelah pagi harinya Yesus bangkit dari kematian. “Kami telah melihat Tuhan,” kata mereka. “Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya,” jawab Tomas. (Yohanes 20:25) Karena hal itu maka Tomas dicap sebagai peragu, nggak percayaan . Ketika Yesus menampakkan diri kepada murid-muridNya (minus Tomas), Ia secara spesifik menunjukkan dua luka yang sangat penting. “Dan sesudah berkata demikian, Ia menunjukkan tangan-Nya dan lambung-Nya kepada mereka.” (Yohanes 20:20). Jadi teman-teman Tomas itu melihat Yesus secara langsung, dari dekat, bahkan melihat lubang bekas paku di tangan-Nya dan luka bekas tikaman tombak di lambung-Nya. Jika Tomas juga ingin melihat dua luka itu seperti yang teman-temannya lihat, dan ingin...