Ah, anak ragilku. Yang sudah beranjak remaja. Kau sering mengajukan pertanyaan kepadaku secara tiba-tiba. Yang membuatku terbata-bata. Aku pegang kepalaku, untung otakku masih ada, walau tidak berasa. Lalu dengan lagak seorang ayah yang pintar aku menjawabmu sebisanya. Darimana kau kulakan pertanyaan-pertanyaan sulit seperti itu? Waktu aku seumurmu yang kutahu hanya keluyuran, berpikir rumit tak pernah, apalagi bertanya macam itu. Pertanyaan yang aneh-aneh, yang nyleneh-nyleneh , yang tak terduga, yang mengagetkan, yang bikin kopiku terasa lebih pahit daripada biasanya. Kau pernah bertanya, apakah Tuhan benar-benar ada? “Ada dong,” jawabku (seingatku kau tiap hari minggu ke gereja, menyanyi dan berdoa) “Mana buktinya?” “Anu, hmm.. begini begini begini..dan begitu begitu begitu..” Kau diam saja, tapi dari raut mukamu aku tahu kau masih belum mengerti kan? Bagaimana aku menjelaskan soal Tuhan yang terlalu besar dan ajaib itu dengan otakku yang cuma sebesar 1,3 kg ini? Di lain hari k...
"Dès que le peuple est légitimement assemblé en corps souverain, toute juridiction du gouvernement cesse." (Begitu rakyat secara sah berkumpul sebagai badan berdaulat, maka seluruh yurisdiksi pemerintah pun berakhir) --Jean Jacques Rousseau Itu dikatakan oleh Rousseau di tahun 1700-an. Apa yang dilihatnya pada masyarakat sosial, bahwa rakyat yang lemah tidak akan terus diam. Kelemahan rakyat –pada titik tertentu-- justru akan menjadi letupan yang kuat dan dahsyat, sehingga siapapun tak dapat menahannya, tak juga pentungan polisi, water canon dan gas airmata. Rakyat Perancis yang akhir-akhir ini menggeliat karena tertekan memang sudah ada tanda-tanda “mbrojol” . Ibarat bayi yang mau lahir, kepalanya sudah di bawah, tinggal tunggu waktu saja. Tetapi bahwa kerusuhan pecah begitu rupa, sampai terjadi pembakaran gedung dan penjarahan toko, hal itu mengherankan untuk Perancis yang masyarakatnya sangat menghargai intelektualitas, filsafat, sastra, dan seni. Orang Perancis juga sel...