Ciuman itu hanya suatu tanda. Suatu bahasa tubuh yang semestinya untuk kasih sayang yang hangat. Tetapi malam itu menjadi kode pengkhianatan Yang begitu halus, begitu sopan. Tetapi sangat dingin. Dengan kode itu ia melakukan serah-terima. “Salaaamm Rabi,” lalu Yudas Iskariot mencium Yesus dengan lembut sekali. Tetapi Yesus merasa pipinya bagai dipagut ular. Sekitar 70-80 tahun sebelumnya, Brutus, sahabat Julius Caesar, mengkhianati sahabatnya itu dengan suatu trik, yaitu menjebak pemimpin Roma itu di sidang senat di Curia, Pompey. Ketika para senator itu mengeluarkan belati dan menikamnya, Brutus ikut menikamnya. "Et tu, Brute?" (Kau juga, Brutus?), tanya Caesar. Hasrat Caesar untuk melawan langsung surut begitu ia tahu sahabatnya juga ikut dalam persekongkolan itu. Caesar tidak menyangka, dan ia terlalu berbaik sangka kepada sahabatnya yang sangat disayanginya itu. Ia hanya menatap Brutus dan membiarkan tubuhnya meregang nyawa tanpa perlawanan. Entahlah, apakah Yudas perna...
"A fool is very dangerous when in power." - Denis Ivanovich Fonvizin ‘A fool’ yang dimaksud oleh Fonvizin bukan orang bodoh, tetapi orang bebal, karena jika melihat konteksnya mengapa dramawan satir Rusia itu berkata seperti itu, ia, melalui karya-karyanya, konsisten mengkritik kaum bangsawan Rusia yang tidak bermoral, yang ketika sedang berkuasa begitu enjoy dan tidak merasa bersalah menindas rakyat yang lemah. Orang bebal memang sangat berbahaya jika sedang berkuasa. Berbeda dengan orang bodoh. Obat orang bodoh adalah belajar dan ilmu, tetapi orang bebal nggak ada obatnya. "Though you grind a fool in a mortar, grinding them like grain with a pestle, you will not remove their folly from them." (Sekalipun engkau menumbuk orang bebal dalam lesung, dengan alu bersama-sama gandum, kebebalannya tidak akan lenyap dari padanya.) – Amsal 27:22. Tentang orang bodoh ini, dalam dunia politik jika merujuk kepada pemimpin, maksud “bodoh” disini lebih kepada pemimpin yang “tida...