Di zaman sekarang yang penuh dusta, pura-pura, dan tidak apa adanya, integritas sungguh amat langka. Integritas seolah tenggelam dalam onggokan sampah, makin lama makin terpuruk, terabaikan, terhina. Orang yang menjunjung tinggi integritas banyak ditertawakan, dianggap aneh dan nyeleneh karena berbeda. Tetapi saya nemu integritas dalam diri seorang anak muda, cewek, belum lama lulus kuliah, seperti yang diceritakan oleh istri saya setelah mengobrol dengan seorang mama, di suatu hari minggu sepulang dari gereja. Anak muda itu mengikuti interview kerja di suatu perusahaan, satu bank dari China kantor Jakarta. Pada sesi interview yang pertama, sampailah pada pertanyaan seputar riwayat kesehatan. Anak muda itu menjelaskan semuanya tentang kondisinya apa adanya, tidak ada yang ditutup-tutupi. "Saya menderita autoimmune ," jelasnya. "Wah, nanti kalau interview lanjutan, jangan menyebut punya autoimmune , pasti kamu tidak diterima," kata interviewer itu. "Tapi saya...
Kita sering melihat orang yang perbuatannya jahat sekali. Lalu memastikan bahwa orang seperti itu tidak bakal bisa berubah. Kita memandang orang seperti itu tidak layak diampuni. Bahkan kita berharap kalau bisa ia lekas mati saja. Tetapi pandangan Tuhan jauh berbeda. Dan Ia punya cerita soal transformasi yang dialami oleh seorang muda militan bernama Saulus, y ang membuktikan bahwa di dunia ini tak ada yang tak dapat diubah Bagi Tuhan, tak ada suatu kejahatan yang terlampau jahat yang tak dapat diampuni. Sebelumnya Saulus adalah seorang yang garang, y ang menyeret orang-orang yang beribadah, yang memanggil nama Tuhan, agar menyangkal imannya. Padahal Saulus sendiri adalah seorang muda yang taat beragama. Tetapi ia justru mengejar-ngejar orang dengan surat kuasa penuh dari pemimpin agama y ang ditanda-tangani oleh imam besar untuk mempersekusi umat Tuhan. Saulus yang terpelajar dan cerdas mengerti bahwa ia perlu landasan hukum. Surat kuasa itu ia gunakan untuk melegalka...