Indonesia ulang tahun lagi.
Kali ini 81 tahun.
Numpang tanya: Umur segini adalah umur yang matured, atau sudah tua, atau bahkan masih kanak-kanak dan lagi lucu-lucunya?
Mungkin sebagian di antara kita bingung, apakah HUT ini harus kita rayakan dengan patriotik dan penuh rasa bangga, atau rasa sebal dan geram?
Sudah segini jauh perjalanan bangsa kita, tapi..
Rasanya seperti bukan sebagai bangsa yang sudah 81 tahun merdeka.
Adil makmur masih berupa mimpi.
Makanan rakyat masih belum bergizi.
Pejabat-pejabatnya terus korupsi.
Sambil tetap berdoa agar tak ketahuan dan bisa sembunyi
Akh, apa hubungan merdeka 81 tahun ini dengan hidup kita sehari-hari?
Kita menjalani hidup kita sendiri, cari makan sendiri, mikir untuk bertahan hidup juga sendiri.
Semua sudah otomatis.
Rakyat tidak perlu diajarin bagaimana cara untuk hidup.
Kau kira semuanya ini karena jasa pemerintah dan pejabat?
Sorry yee, orang Indonesia sangat pintar cari jalan sendiri demi untuk survive.
Coba kita renungkan, bagaimana perjalanan kita hari ini dibandingkan dengan tahun lalu, lima tahun lalu dan sepuluh tahun lalu?
Apakah ada bedanya umur Indonesia yang 70 tahun, 75 tahun, dan 81 tahun?
Negara-negara lain sudah berlari kencang, tapi Indonesia masih sibuk nyicil utang (nggak tau bisa bayar atau nggak)
Ada yang bilang, mereka sudah lama merdeka, Bung!
Jangan dibandingkan dengan Amerika Serikat, umurnya sudah 250 tahun. Pantas mereka jadi super power.
Yang lain bilang jangan samakan dengan Inggris dan Jepang, mereka tak pernah dijajah.
Atau dengan Singapore, negara ini cuma sebesar kecamatan kita, mudah ngurusnya.
Ya sudah. Kita lihat yang umurnya mirip deh, misalkan Korea Selatan yang merdeka tahun 1945, dan Tiongkok yang merdeka tahun 1949, mau ngomong apa kita?
Jika melihat indikator PDB per kapita saja, tetangga kita Malaysia lebih besar 3x lipat Indonesia kok.
Tapi kita dilarang untuk iri ya.
Kalau kita merasa iri dengan bangsa-bangsa ini atas kemajuan mereka, dan mengeluhkan negara kita yang begini-begini saja (baca: suram), kita malah disuruh pindah ke negara lain.
Kalau ada yang bilang kapok jadi WNI, mereka dianggap tidak nasionalis, dituduh tidak cinta Indonesia.
Katanya, kalau cinta harus rela mati untuk negara.
Makan nggak makan harus tetap cinta.
Pejabat-pejabatnya ngawur dan seenaknya korupsi harus tetap cinta.
Rupiah keok terus lawan Dollar harus tetap cinta (katanya orang desa tidak butuh Dollar)
Pokoknya tidak boleh resah, tidak boleh ngomel, harus tetap optimis walaupun jalanan di depan nggak kelihatan.
Hmm.. Apakah harus sebuta itu untuk mencintai Indonesia?
Di HUT ke-81, harapan apa yang ingin kita pasang?
Boleh saja berharap agar beras murah, bensin murah, pajak murah, sekolah gratis, pejabat bersih, hukum ditegakkan, dan sebagainya.
Tapi saya lebih berharap agar Pak Presiden stop pidato saja.
Kasihan, isi pidatonya selalu jadi bahan tertawaan.
Terakhir malah bikin repot. Istri saya menggebu-gebu ingin jadi tukang kupas bawang.
Ya gara-gara pidato Pak Presiden itu.
Dirgahayu Indonesia!
***
Serpong, 16 Ags 2026
Titus J.

Comments