Skip to main content

Posts

Dua gereja

For where God built a church, there the devil would also build a chapel. (Martin Luther) Apa yang dikatakan oleh Luther di atas kembali mengingatkan kita bahwa iblis adalah peniru yang ahli. Ia menjiplak apapun yang dikerjakan oleh Tuhan untuk membuat “tandingan” yang mirip. Mirip berbeda dengan sama. Barang palsu pasti mirip dengan aslinya, tetapi pasti tidak sama. Jika tidak mirip, orang tidak akan tertipu sehingga salah memilih. Iblispun menyamar sebagai malaikat Terang, kata Rasul Paulus (2 Korintus 11:14). Tetapi sebuah kepalsuan akan terbukti dengan sebuah ujian. Di Eropa dan Amerika tampaknya iblis tidak terlalu bekerja keras membangun gereja imitasi, karena pembangunan gereja disana sudah lama berhenti, dan gereja-gereja yang berdiri dengan usia puluhan hingga ratusan tahun satu persatu telah dan akan ditutup. Alasan penutupan gereja-gereja disana kebanyakan karena tak ada pengunjung, tetapi memakan banyak biaya. Dalam bahasa dagang, gereja tidak laku, tetapi ongko...

Menunggu Eliot Ness

  “Harus ada yang melawan iblis, walaupun iblis tidak pernah mati.” (Seno Gumira Ajidarma) Tidak banyak orang yang berani melawan kejahatan. Kebanyakan dari kita mendiamkan saja sambil menunggu ada orang lain yang melakukan perlawanan. Jika kita menganggap korupsi adalah kejahatan dan setiap kejahatan dilakukan oleh iblis, maka koruptor sebenarnya identik dengan iblis. Ada koruptor kecil-kecilan, ada pula koruptor besar-besaran. Sama seperti iblis, ada iblis krucuk , ada pula iblis selevel jenderal. Di Negara kita ada lembaga anti rasuah bernama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Mereka mengejar koruptor, menangkap, dan menjebloskannya ke penjara. Banyak pejabat dan pengusaha pelaku korupsi telah dikirim ke penjara, tetapi koruptor tidak pernah habis. Sini ditangkap, sana berbuat. Yang sana dikejar, yang sini berpesta. Begitulah terus kejadiannya. Lalu ada orang sinting mencemooh, “Lihat, apa yang dilakukan oleh KPK? Koruptor terus ditangkapi artinya kan korupsi jala...

Malam Kudus di Mako Brimob

--Renungan Natal— Ahok, Di bulan Desember ini tiba-tiba aku teringat engkau, ketika aku dan keluargaku bersama-sama memasang Pohon Natal di rumah. Dari tahun ke tahun pohon yang sama yang terbuat dari plastik itulah yang selalu kupasang selama bulan Desember, dan setelah berganti tahun, pohon plastik itu aku bongkar dan aku masukkan kembali ke dalam kardus. Di dalam kardus itulah pohon Natalku tinggal dan menunggu satu tahun berikutnya, jika masih ada Natal. Bagaimana kabarmu? Natal tahun ini mungkin adalah Natal yang pertama kali kau rayakan tanpa keluargamu. Apakah engkau kesepian? Mungkin keluargamu pun juga merasa berbeda merayakan Natal tanpamu. Serasa ada yang hilang, ada yang kurang lengkap, tidak seperti kala engkau dan keluargamu masih bersama-sama datang ke gereja untuk merayakan Natal dan menyanyikan lagu Malam Kudus. Benar, merayakan Natal bersama dengan orang-orang tercinta sungguh merupakan moment yang sangat indah. Sabarlah, mungkin Tuhan sedang me...

Nelson Mandela: Real leaders must be ready to sacrifice for their people

Pemikiran Nelson Mandela: Tentang perjuangan melawan Apartheid, pendidikan, gereja dan iman Kristen, dan pengampunan. Nelson Rolihlahla Mandela adalah sosok karismatik Afrika Selatan yang kenyang dengan penjara. Selama 27 tahun ia mendekam di penjara di Robben Island, dipindahkan ke penjara Pollsmoor dan dipindahkan lagi ke penjara Victor Verster sebelum akhirnya dibebaskan di tahun 1990 ketika usianya sudah beranjak senja, 72 tahun. Dilahirkan pada tanggal 1 8 Ju li 1 918 di Mvezo , Umtata di propinsi Cape , Afrika Selatan , ia diberi nama Eropa ‘Nelson’ oleh gurunya di sekolah dasar seperti kebiasaan disana untuk anak-anak yang sekolah. Nama aslinya sendiri adalah Madiba, sedangkan Mandela adalah nama keluarga yang diwarisinya dari kakeknya. Nama Mandela sangat melekat dengan nilai-nilai persamaan hak dan penghapusan diskriminasi berdasarkan warna kulit dan ras di Afrika Selatan, yang gerakannya terkenal dengan gerakan Anti Apartheid. Ia membayar keberaniannya untu...

Bunga Terakhir di Balai Kota

Sudah enam bulan ini Ahok menjalani hidupnya di Mako Brimob, dan namanya seolah lenyap ditelan bumi. Seiring dengan berputarnya waktu, namanya seperti sudah terlupakan, terbuang.bersama dengan selembar demi selembar kalender yang tersobek mengganti hari. Tetapi beberapa hari terakhir ini, menjelang berakhirnya tugas Djarot Saiful Hidayat sebagai Gubernur Jakarta, bunga-bunga kembali mendatangi Balai Kota. Walaupun ucapan terimakasih sekaligus farewell yang disematkan itu harusnya untuk Djarot, tetapi nama Ahok bahkan Jokowi juga disebutkan – sebagai trio yang pernah memimpin Jakarta secara estafet selama lima tahun terakhir. Banyak orang menyangka Ahok akan kesepian di dalam selnya, dan mereka yang membencinya mungkin mengharapkan ia meringkuk terasing meratapi nasibnya. Ternyata tidak. Ia menikmati waktunya dengan membaca banyak buku dan membalas surat-surat yang ditujukan kepadanya, mulai dari yang serius hingga yang lucu dan yang aneh-aneh. Melalui tulisannya suatu k...