Skip to main content

Posts

Mencari Natal

“ I will honor Christmas in my heart, and try to keep it all the year. " - Charles Dickens Jika Natal bukan suatu musim, atau suatu momen, atau sekadar event , apakah Natal akan tinggal di hati kita, dan terus hidup sejalan dengan detak jantung kita? Setelah Silent Night dinyanyikan, setelah nyala lilin dimatikan, setelah pohon terang plastik diturunkan dan disimpan di gudang, setelah pintu gerbang gereja ditutup… Apakah Natal hanya lewat sebentar di suatu waktu, singgah tidak bahkan menyapa pun tidak, karena kita mengabaikannya dan tidak peduli untuk apa ia hadir? Apakah Natal tahun ini masih mengguratkan maknanya di hati kita, sedalam cinta yang dikandung oleh perawan Maria, seteguh tekadnya untuk taat, sekuat kerelaan rahimnya untuk dipinjam sebentar demi sebuah rencana yang ia tidak mengerti sepenuhnya?  Apakah hati kita masih tergugah dengan ketulusan para bangsawan dari Timur, orang-orang Majus itu, yang menempuh perjalanan dari negeri yang jauh hanya untuk menyembah Anak k...
Recent posts

Jesus Interrupted: A Challenge to Christian Faith?

This book that written by Bart D. Ehrman, Jesus, Interrupted contains critical thinking –not to mention an attack– to the Bible especially the New Testament, and more especially the Gospel that tells a story about Jesus and who Jesus actually is. “We don’t have the originals of the Bible which opens the door to the possibility that the Bible is a very human book,” Ehrman wrote. Ehrman studied the Bible from a historical-critical perspective that led him to find there were flat-out discrepancies among the books of the New Testament. He explained in detail about the differences between one author and other authors towards Jesus’ stories, for example what was written by Mark compared to what was written by Matthew or Luke. “I came to see that many of the books of the New Testament were not written by the people to whom they are attributed,” Ehrman said. And he explained an argument that it was not Matthew who wrote The Gospel of Matthew, John did not write The Gospel of John, etc. Even th...

Shirley

Tagar #kaburajadulu tampaknya sudah mulai sepi. Tetapi jika masih ada Gen Y (millennial) atau Gen Z yang mau kabur, jangan kabur ke luar negeri. Kabur saja ke Maluku Utara. Maluku Utara punya Gubernur hebat. Namanya Shirley Tjoanda. Bu Gubernur punya banyak cita-cita, banyak rencana, banyak program untuk membangun daerahnya, dan kamu para Gen Y dan Gen Z yang idealis dapat mencoba melamar jadi timnya. Shirley sebenarnya adalah seorang Ibu rumah tangga. Ia tak pernah menyangka apalagi kepengin jadi pemimpin daerah. Tetapi Oktober tahun lalu, suaminya, Benny Laos, meninggal dunia karena kecelakaan di tengah-tengah proses pilgub Maluku Utara. Benny maju sebagai salah satu calon. Di tengah kesedihan dan kegalauan itu Shirley bermaksud ke Jakarta ingin melupakan segalanya. Tetapi banyak yang meminta (termasuk partai pengusung) Shirley yang maju menggantikan suaminya sebagai calon. Ia sempat merenung, akankah ia menepi dan terus berduka atas kehilangan orang yang paling dicintainya, atau mas...

The Power of Discord

Nepal selama ini seolah terlupakan. Kita tidak pernah tertarik kesana, kecuali mau menjajal keangkuhan Mount Everest.  Negara ini ditindas oleh kemiskinan bertahun-tahun. Sebagai gambaran, pendapatan per kapita Nepal tahun 2024 adalah USD 1.179, sedangkan Indonesia adalah USD 4.960. Jika kita melihat Indonesia yang (miskin) keadaannya begini, lalu income rakyat Nepal seperlima dari rakyat Indonesia, dapatkah kita bayangkan betapa miskinnya mereka? Kita belum membandingkan dengan China sebesar USD 13.121, apalagi Amerika Serikat dengan USD 66.683. Sampai suatu ketika dunia menoleh kesana. POV-nya adalah: Social unrest, kerusuhan, Gen Z, dan Discord. Setelah kerusuhan besar minggu lalu, banyak yang menduga negara ini bakal terjerembab ke krisis politik yang panjang, terjadi kekosongan kekuasaan setelah PM-nya (Sharma Oli) dan setidaknya 3 menteri mundur, lalu militer mengambil alih, darurat militer, otoriterisme dan seterusnya. Tetapi tidak, kondisi Nepal cepat tenang dan kondusif. T...

Gen Z Nepal

Tidak terduga tiba-tiba Nepal chaos . Negara yang alamnya eksotik dan menjadi tujuan para penakluk Mount Everest ini ternyata menyimpan bara tersembunyi dalam jiwa rakyatnya. Jarak waktunya belum sebulan dari kejadian rusuh di Indonesia akhir Agustus yang lalu. Perlawanan rakyat terhadap penguasa memang menular dari satu negara ke negara lain. Hal ini telah dibuktikan oleh sejarah. Di tahun 2010 - 2011, kita mengenal “Arab Spring”, dimana protes besar-besaran terjadi bagai gelombang lautan. Maka tumbanglah President Tunisia, Zine El Abidine Ben Ali. Dari Tunisia menular ke Mesir, dan tumbanglah President Hosni Mubarak, menular ke Libya menumbangkan Muammar Gaddafi, menular ke Yaman mendongkel Presiden Ali Abdullah Saleh. Akar permasalahannya selalu berulang, yaitu korupsi dan kesewenang-wenangan penguasa, krisis lapangan pekerjaan, dan kesenjangan sosial. Di Indonesia dan di Nepal, penyebabnya mirip dengan Arab Spring, tetapi ditambah trigger baru: para elit suka pamer (flexing) gaya h...

Kaki Sang Pengkhianat

Pada malam itu, ketika mereka sedang berkumpul dan makan bersama di sebuah ruangan atas, tiba-tiba suasana berubah. Momen makan bersama Yesus, bagi murid-murid-Nya sebenarnya merupakan momen yang rutin. Namun entah bagaimana, mereka merasakan malam itu sungguh berbeda. Obrolan-obrolan para murid yang biasanya ramai kemudian surut, tegang, dan mencekam. Sebuah bisikan merambat pelan di tengah ruangan itu, berhembus dengan sangat lembut melewati murid-murid hingga menyusup ke hati Yudas. “ Mereka sedang makan bersama, dan Iblis telah membisikkan rencana dalam hati Yudas Iskariot, anak Simon, untuk mengkhianati Dia. ” (Yohanes 13:2) Tak seorang pun tahu, tak seorang pun sadar, kecuali dua orang di ruangan itu, Yesus dan Yudas, yang kemudian saling menatap tanpa berkata apa-apa. Lalu bangunlah Yesus dan menanggalkan jubah-Nya. Ia mengambil sehelai kain lenan dan mengikatkannya pada pinggang-Nya, kemudian Ia menuangkan air ke dalam sebuah baskom, dan mulai membasuh kaki murid-murid-Nya. Pad...